© 2017 by Anestesiologi FKUI - RSCM

  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon
  • White Google+ Icon

Gedung A Medical Staff Lantai 6 Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo | Jl. Diponegoro no. 71 Jakarta Pusat 10430

Tel: +6221-314 3736/3148865/3912526

SP2 KONSULTAN INTENSIVE CARE

INTENSIVE

CARE

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia no 20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran bahwa jenjang pendidikan kedokteran profesi meliputi dokter, dokter primer, dokter spesialis-subspesialis. Selain itu berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia no 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi disebutkan mengenai pendidikan Spesialis dan Sub-spesialis, maka kami para spesialis Anestesiologi Konsultan Intensive Care  turut berkiprah dalam memajukan keilmuan dalam bidang sub-spesialisasi Konsultan Intensive Care.

 

Kemajuan bidang kedokteran sangat berkembang pesat. Ilmu pengetahuan di bidang kedokteran yang semakin meningkat, tindakan intervensi yang semakin beragam dan populasi pasien dengan komorbid berat dan usia ekstrim yang semakin meningkat, harus diimbangi dengan kemajuan pada bidang medis suportif contohnya layanan terapi intensif. Seiring dengan kemajuan dunia medis, kebutuhan layanan subspesialistik Intensive Care semakin meningkat. Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI-RSCM menyelenggarakan program studi keminatan Intensive Care yang mengarahkan proses pembelajaran kearah pembekalan kognitif, psikomotor, komunikasi dan profesionalisme peserta didik agar spesialis Anestesiologi Konsultan intensive Care di Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia medis saat ini.

Kompetensi Khusus Peminatan Terapi Intensif:

  1. Mampu merancang tatalaksana dalam praktik lanjut kondisi kritis yang meliputi diagnosis, pemantauan, pengelolaan lanjut dan pencegahan pada pasien gagal organ mutipel dan transplantasi organ.

  2. Mampu melakukan keterampilan khusus klinis pada kondisi kritis dan pada pasien gagal organ mutipel dan transplantasi organ.

  3. Mampu merekomendasikan dan menggunakan teknik blood purification pada pasien gagal organ mutipel dan transplantasi organ.

KOMPETENSI LULUSAN

6

DURASI

PROGRAM

(ENAM) SEMESTER

Calon peserta Program Pendidikan Subspesialis Anestesiologi adalah dokter yang memiliki ijazah Dokter Spesialis Anestesiologi I dari Fakultas Kedokteran Negeri. Calon peserta harus melalui beberapa tahap seleksi dan penilaian, berupa seleksi administrative dan seleksi akademik.

Calon peserta mendaftarkan diri dengan melengkapi syarat-syarat antara lain: mengisi lengkap surat permohonan, formulir lamaran yang disediakan di Sekretariat Bersama Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran (SEKBER PDSFK) dan lampiran-lampiran sesuai kebutuhan program.

PESERTA

PENDIDIKAN

SYARAT

LAMPIRAN

Seleksi calon peserta program studi dokter subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif terdiri dari seleksi administratif dan seleksi akademik. Waktu seleksi dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing masing program studi di tiap universitas. 

‚Äč

Seleksi Administratif

  1. Melengkapi berkas lamaran sesuai persyaratan universitas tempat peserta didik melamar. 

    • Surat Permohonan untuk mengikuti Program Penddikan Profesi Dokter Subspesialis Anestesiologi kepada Dekan dan Ketua Program Studi Subspesialis  Anestesiologi.

    • Formulir lamaran sesuai format universitas tempat peserta didik melamar.

    • Lampiran – lampiran :

      • Keterangan Status Calon : PNS, Departemen Hankam, lembaga pendidikan swasta, Rumah Sakit Swasta, dan perseorangan, yang dinyatakan dengan bukti-bukti yang sesuai.

      • Fotokopi surat pengangkatan dari instansi induk (Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan, Departemen Hankam, Departemen Dalam Negeri/ Pemerintah daerah, RS Swasta, BUMN dan lain-lain).

      • Daftar penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) tahun terakhir (bagi dokter PNS)

      • Daftar Riwayat Hidup

      • Surat Keterangan Berbadan Sehat

      • Fotokopi Ijasah Dokter Spesialis Anestesiologi yang telah dilegalisasi oleh Dekan FK bersangkutan

      • Salinan Angka Keberhasilan Belajar (transkrip) selama PPDS Anestesiologi di Fakultas Kedokteran

      • Surat persetujuan/ rekomendasi/ penugasan dari instansi induk

      • Bagi calon peserta berstatus perseorangan dilampirkan surat dukungan dari sponsor (seorang anggota peer group yang bersangkutan di Indonesia ).

      • Surat rekomendasi dari perhimpunan profesi kedokteran Ikatan Dokter Indonesia cq Ketua Pengurus IDI Daerah/Wilayah, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak pernah melakukan malpraktek dan pelanggaran kode etik kedokteran. Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari instansi yang berwenang atau POLRI.

      • Pasfoto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 4 (empat) lembar

  2. Surat keterangan lulus TOEFL minimal 500 (TOEFL Internasional/ TOEFL Institusional yang diakui FKUI, misalnya PBB UI atau Lembaga Indonesia - Amerika)