SP2 KONSULTAN ANESTESIA REGIONAL

ANESTESIA REGIONAL

Sebagian besar kebutuhan untuk adanya dokter spesialis yang kompeten dalam bidang anestesia regional tidak dapat tertampung dalam kurikulum Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Anestesiologi dan Terapi Intensif. Kurikulum Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Anestesiologi dan Terapi Intensif sampai saat ini hanya mengajarkan dasar anestesia regional dan teknik dasar anestesia regional, manajemen nyeri perioperatif dan pengetahuan tentang manajemen nyeri kronik dan nyeri kanker. Program Pendidikan Dokter Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Peminatan Anestesia Regional diharapkan mampu membentuk Dokter Spesialis Anestesiologi Konsultan Anestesia Regional yang mampu memberikan anestesia regional teknik lanjut, mengevaluasi, mendiagnosis, mampu memberikan terapi baik farmakologis maupun teknik intervensional lanjut serta membantu proses rehabilitasi pasien.  

 

Program Pendidikan Dokter Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Peminatan Anestesia Regional diharapkan menghasilkan lulusan dokter subspesialis anestesiologi yang mampu memecahkan masalah dengan pendekatan ilmiah, mampu mengkomunikasikan keilmuannya kepada masyarakat ilmiah dan masyarakat awam, yang pada akhirnya akan menunjang perkembangan keilmuan anestesia regional. Program pendidikan ini juga diharapkan  dapat  membantu   menjaga  dokter-dokter  Indonesia  untuk  tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Peningkatan kualitas dan kuantitas dokter subspesialis yang mengacu pada baku internasional merupakan cara terbaik untuk membendung masuknya tenaga subspesialis dari luar negeri.  

  1. Identifikasi saraf perifer.

  2. Manajemen perioperatif anestesia regional dengan panduan ultrasonografi.

  3. Manajemen perioperative anestesia regional teknik kontinyu dan implan.

  4. Anestesia regional pada populasi khusus.

  5. Anestesia regional pada pasien pediatrik.

  6. Diagnosis dan tatalaksana farmakologis, non-farmakologis dan teknik intervensi berbasis anestesia regional pada nyeri kanker dan nyeri kronik non-kanker.

  7. Manajemen fasilitas tatalaksana nyeri.

  8. Acute Pain Service.

SILABUS

6

DURASI

PROGRAM

(ENAM) SEMESTER

Calon peserta Program Pendidikan Subspesialis Anestesiologi adalah dokter yang memiliki ijazah Dokter Spesialis Anestesiologi I dari Fakultas Kedokteran Negeri. Calon peserta harus melalui beberapa tahap seleksi dan penilaian, berupa seleksi administrative dan seleksi akademik.

Calon peserta mendaftarkan diri dengan melengkapi syarat-syarat antara lain: mengisi lengkap surat permohonan, formulir lamaran yang disediakan di Sekretariat Bersama Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran (SEKBER PDSFK) dan lampiran-lampiran sesuai kebutuhan program.

PESERTA

PENDIDIKAN

SYARAT

LAMPIRAN

Seleksi calon peserta program studi dokter subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif terdiri dari seleksi administratif dan seleksi akademik. Waktu seleksi dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing masing program studi di tiap universitas. 

Seleksi Administratif

  1. Melengkapi berkas lamaran sesuai persyaratan universitas tempat peserta didik melamar. 

    • Surat Permohonan untuk mengikuti Program Penddikan Profesi Dokter Subspesialis Anestesiologi kepada Dekan dan Ketua Program Studi Subspesialis  Anestesiologi.

    • Formulir lamaran sesuai format universitas tempat peserta didik melamar.

    • Lampiran – lampiran :

      • Keterangan Status Calon : PNS, Departemen Hankam, lembaga pendidikan swasta, Rumah Sakit Swasta, dan perseorangan, yang dinyatakan dengan bukti-bukti yang sesuai.

      • Fotokopi surat pengangkatan dari instansi induk (Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan, Departemen Hankam, Departemen Dalam Negeri/ Pemerintah daerah, RS Swasta, BUMN dan lain-lain).

      • Daftar penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) tahun terakhir (bagi dokter PNS)

      • Daftar Riwayat Hidup

      • Surat Keterangan Berbadan Sehat

      • Fotokopi Ijasah Dokter Spesialis Anestesiologi yang telah dilegalisasi oleh Dekan FK bersangkutan

      • Salinan Angka Keberhasilan Belajar (transkrip) selama PPDS Anestesiologi di Fakultas Kedokteran

      • Surat persetujuan/ rekomendasi/ penugasan dari instansi induk

      • Bagi calon peserta berstatus perseorangan dilampirkan surat dukungan dari sponsor (seorang anggota peer group yang bersangkutan di Indonesia ).

      • Surat rekomendasi dari perhimpunan profesi kedokteran Ikatan Dokter Indonesia cq Ketua Pengurus IDI Daerah/Wilayah, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak pernah melakukan malpraktek dan pelanggaran kode etik kedokteran. Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari instansi yang berwenang atau POLRI.

      • Pasfoto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 4 (empat) lembar

  2. Surat keterangan lulus TOEFL minimal 500 (TOEFL Internasional/ TOEFL Institusional yang diakui FKUI, misalnya PBB UI atau Lembaga Indonesia - Amerika)

© 2017 by Anestesiologi FKUI - RSCM

  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon
  • White Google+ Icon

Gedung A Medical Staff Lantai 6 Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo | Jl. Diponegoro no. 71 Jakarta Pusat 10430

Tel: +6221-314 3736/3148865/3912526