© 2017 by Anestesiologi FKUI - RSCM

  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon
  • White Google+ Icon

Gedung A Medical Staff Lantai 6 Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo | Jl. Diponegoro no. 71 Jakarta Pusat 10430

Tel: +6221-314 3736/3148865/3912526

SP2 KONSULTAN ANESTESIA KARDIOVASKULAR

ANESTESIA

KARDIOVASKULAR

Penyakit kardiovaskular di Indonesia, menduduki tempat-tempat teratas sebagai penyebab kematian. Berdasarkan survey kesehatan 2004, dari 10 penyebab teratas kematian di Indonesia, penyakit kardiovaskular berupa penyakit jantung koroner, kelainan vaskular dan hipertensi menduduki nomor 1, 3 dan 9. Kenyataan ini mendorong tingginya kebutuhan akan pelayanan kesehatan di bidang kardiovaskular. Berbagai pusat pelayanan kardiovaskular telah dan terus didirikan.

Setidaknya 13 RSUD tingkat provinsi telah dan sedang mendirikan unit pelayanan kardiovaskular. Angka ini belum termasuk RSUD di tingkat Kotamadya dan Rumah Sakit Swasta di tingkat provinsi. Untuk merespons hal ini telah dibuka program Sp1 Dokter Bedah Toraks/ Kardiovaskular. Selain itu dokter ahli kardiologi baik di bidang pediatrik dan dewasa terus bertambah dan telah sangat meningkatkan tingkatan invasif dan diagnostik dan intervensional. Untuk menunjang kebutuhan pelayanan Kardiovaskular, diperlukan Dokter Spesialis Anestesiologi Konsultan Anestesia Kardiovaskular.

  1. Prosedur intervensi vaskular (Endovascular Surgery)

  2. Prosedur kardiologi intervensional: pediatrik dan dewasa

  3. Manajemen perioperatif pasien Penyakit Jantung Bawaan

  4. Manajemen perioperatif pasien Penyakit Jantung Iskemik

  5. Manajemen perioperatif pasien Penyakit Katup Jantung pada Bedah Non-kardiak

  6. Tatalaksana gangguan listrik jantung

  7. Anestesia pada kelainan vaskular

  8. Anestesia pada penyakit kardiovaskular jarang

  9. Pemantauan kardiovaskular

  10. Radiologi diagnostik dan intervensional

  11. Pemeriksaan Trans Esophageal Echocardiografi Perioperatif

  12. Manajemen perioperatif Bedah Thoraks

  13. Sirkulasi ekstrakorporeal dan imunomodulasi

  14. Cardiopulmonary Bypass

SILABUS

6

DURASI

PROGRAM

(ENAM) SEMESTER

Calon peserta Program Pendidikan Subspesialis Anestesiologi adalah dokter yang memiliki ijazah Dokter Spesialis Anestesiologi I dari Fakultas Kedokteran Negeri. Calon peserta harus melalui beberapa tahap seleksi dan penilaian, berupa seleksi administrative dan seleksi akademik.

Calon peserta mendaftarkan diri dengan melengkapi syarat-syarat antara lain: mengisi lengkap surat permohonan, formulir lamaran yang disediakan di Sekretariat Bersama Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran (SEKBER PDSFK) dan lampiran-lampiran sesuai kebutuhan program.

PESERTA

PENDIDIKAN

SYARAT

LAMPIRAN

Seleksi calon peserta program studi dokter subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif terdiri dari seleksi administratif dan seleksi akademik. Waktu seleksi dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing masing program studi di tiap universitas. 

Seleksi Administratif

  1. Melengkapi berkas lamaran sesuai persyaratan universitas tempat peserta didik melamar. 

    • Surat Permohonan untuk mengikuti Program Penddikan Profesi Dokter Subspesialis Anestesiologi kepada Dekan dan Ketua Program Studi Subspesialis  Anestesiologi.

    • Formulir lamaran sesuai format universitas tempat peserta didik melamar.

    • Lampiran – lampiran :

      • Keterangan Status Calon : PNS, Departemen Hankam, lembaga pendidikan swasta, Rumah Sakit Swasta, dan perseorangan, yang dinyatakan dengan bukti-bukti yang sesuai.

      • Fotokopi surat pengangkatan dari instansi induk (Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan, Departemen Hankam, Departemen Dalam Negeri/ Pemerintah daerah, RS Swasta, BUMN dan lain-lain).

      • Daftar penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) tahun terakhir (bagi dokter PNS)

      • Daftar Riwayat Hidup

      • Surat Keterangan Berbadan Sehat

      • Fotokopi Ijasah Dokter Spesialis Anestesiologi yang telah dilegalisasi oleh Dekan FK bersangkutan

      • Salinan Angka Keberhasilan Belajar (transkrip) selama PPDS Anestesiologi di Fakultas Kedokteran

      • Surat persetujuan/ rekomendasi/ penugasan dari instansi induk

      • Bagi calon peserta berstatus perseorangan dilampirkan surat dukungan dari sponsor (seorang anggota peer group yang bersangkutan di Indonesia ).

      • Surat rekomendasi dari perhimpunan profesi kedokteran Ikatan Dokter Indonesia cq Ketua Pengurus IDI Daerah/Wilayah, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak pernah melakukan malpraktek dan pelanggaran kode etik kedokteran. Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari instansi yang berwenang atau POLRI.

      • Pasfoto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 4 (empat) lembar

  2. Surat keterangan lulus TOEFL minimal 500 (TOEFL Internasional/ TOEFL Institusional yang diakui FKUI, misalnya PBB UI atau Lembaga Indonesia - Amerika)