© 2017 by Anestesiologi FKUI - RSCM

  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon
  • White Google+ Icon

Gedung A Medical Staff Lantai 6 Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo | Jl. Diponegoro no. 71 Jakarta Pusat 10430

Tel: +6221-314 3736/3148865/3912526

Kriteria Calon Peserta

Calon peserta program pendidikan subspesialis anestesiologi dan terapi intensif peminatan anestesia regional 

  • Dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif  yang dibuktikan dengan ijazah yang disyahkan oleh Rektor Universitas.

  • Sudah mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) yang dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

  • Mempunyai Surat Ijin Praktek (SIP) sebagai spesialis Anestesiologi yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan dimana calon peserta tersebut bekerja.

  • Berusia tidak lebih dari 45 tahun, kecuali bila ada bahan pertimbangan lain. Lulus psikotest yang menunjukkan peserta mampu mengikuti program pendidikan dokter subspesialis.

Seleksi Calon Peserta

Seleksi calon peserta program studi dokter subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif terdiri dari seleksi administratif dan seleksi akademik. Waktu seleksi dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing masing program studi di tiap universitas. 

Seleksi Administratif

  1. Melengkapi berkas lamaran sesuai persyaratan universitas tempat peserta didik melamar. 

    • Surat Permohonan untuk mengikuti Program Penddikan Profesi Dokter Subspesialis Anestesiologi kepada Dekan dan Ketua Program Studi Subspesialis  Anestesiologi.

    • Formulir lamaran sesuai format universitas tempat peserta didik melamar.

    • Lampiran – lampiran :

      • Keterangan Status Calon : PNS, Departemen Hankam, lembaga pendidikan swasta, Rumah Sakit Swasta, dan perseorangan, yang dinyatakan dengan bukti-bukti yang sesuai.

      • Fotokopi surat pengangkatan dari instansi induk (Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan, Departemen Hankam, Departemen Dalam Negeri/ Pemerintah daerah, RS Swasta, BUMN dan lain-lain).

      • Daftar penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) tahun terakhir (bagi dokter PNS)

      • Daftar Riwayat Hidup

      • Surat Keterangan Berbadan Sehat

      • Fotokopi Ijasah Dokter Spesialis Anestesiologi yang telah dilegalisasi oleh Dekan FK bersangkutan

      • Salinan Angka Keberhasilan Belajar (transkrip) selama PPDS Anestesiologi di Fakultas Kedokteran

      • Surat persetujuan/ rekomendasi/ penugasan dari instansi induk

      • Bagi calon peserta berstatus perseorangan dilampirkan surat dukungan dari sponsor (seorang anggota peer group yang bersangkutan di Indonesia ).

      • Surat rekomendasi dari perhimpunan profesi kedokteran Ikatan Dokter Indonesia cq Ketua Pengurus IDI Daerah/Wilayah, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak pernah melakukan malpraktek dan pelanggaran kode etik kedokteran. Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari instansi yang berwenang atau POLRI.

      • Pasfoto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 4 (empat) lembar

  2. Surat keterangan lulus TOEFL minimal 500 (TOEFL Internasional/ TOEFL Institusional yang diakui FKUI, misalnya PBB UI atau Lembaga Indonesia - Amerika)

Seleksi Akademik

Peserta didik juga diwajibkan untuk mengikuti pendaftaran online di http://penerimaan.ui.ac.id dan mengikuti ujian tulis yang terdiri dari Pengukuran Kemampuan Akademik dan Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia. , serta mengikuti ujian kekhususan yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Dokter Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI. PPDS FK UI. Ujian kekhususan mencakup ujian tertulis dengan materi anestesiologi dan terapi intensif, serta wawancara yang dilakukan oleh Tim Penerimaan Peserta Program Pendidikan Dokter Subspesialos Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI. Peserta didik juga wajib mengikuti tes kesehatan dan MMPI untuk menentukan kemampuan peserta didik mengikuti program pendidikan ini. Hasil seleksi diputuskan dalam rapat tim seleksi peserta didik dengan mengacu pada rangking dari pembobotan hasil seleksi yang terdiri atas 7 kriteria, yaitu:

  1. Hasil tes psikologi dan MMPI Hasil ujian tulis

  2. Status kepegawaian/ tempat bertugas

  3. Umur

  4. Nilai akademik selama PPDS spesialis-1 yang dicapai

  5. Pelatihan-pelatihan terkait (workshop anestesia regional, workshop penatalaksanaan nyeri)

  6. Hasil wawancara

Hasil keputusan tim seleksi ditandatangani oleh KetuaAnestesiologi dan Twrpai Intensif, Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Subspesialis, Koordinator Pendidikan Dokter Subspesialis Peminatan Anestesia Regional, dan Ketua Tim Penerimaan Program Pendidikan Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Peminatan Anestesia Regional.

 

Hasil keputusan dikirim ke Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Manajer Pendidikan Spesialis untuk mendapat pengesahan. Hasil yang telah disahkan dikirim juga ke Kolegium Anestesiologi  dan Terapi Intensif c.q Komisi Pendidikan Subspesialis Anestesia Regional.

 

Surat pemberitahuan hasil seleksi calon peserta pendidikan subspesialis anestesiologi disampaikan kepada semua peserta, baik yang diterima maupun yang tidak diterima. Pengumuman kelulusan akan diumumkan secara resmi sesuai jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya.

PROGRAM SP 2

Penerimaan Peserta

Sistem rekruitmen peserta didik baru mencakup: kebijakan rekruitmen calon peserta didik baru, kriteria seleksi peserta didik baru, sistem pengambilan keputusan, dan prosedur penerimaan peserta didik baru. Sistem rekruitmen dilaksanakan berdasarkan peraturan akademik Universitas Indonesia  dan berdasarkan standar kolegium pendidikan anestesiologi dan reanimasi (2008) dan standar pendidikan nasional subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif. 

TUJUANPROGRAM

STUDI

Menghasilkan Dokter Subspesialis Anestesiologi di bidang Terapi Intensif, Anestesia Kardiovaskular serta Anestesia Regional dan Manajemen Nyeri yang memiliki kemampuan kognisi, psikomotor, komunikasi dan profesionalisme khusus sesuai peminatannya, mampu merancang tatalaksana pelayanan subspesialistik berbasis bukti, memecahkan permasalahan melalui pendekatan transdisiplin, memberikan edukasi kepada mitra kerja dan masyarakan serta melakukan penelitian yang memajukan tatakelola dan pengembangan keilmuan yang bermanfaat sehingga menjadi pakar pada bidang terapi intensif, anestesia kardiovaskular, anestesia regional dan manajemen nyeri.

VISI

Visi Program Studi Dokter Subspesialis Anestesiologi FKUI adalah menjadipusat pelayanan, pendidikan dan penelitian di bidang Terapi Intensif, Anestesia Kardiovaskular, Anestesia Regional dan Manajemen Nyeri terkemuka di Asia Pasifik.   Program Studi Dokter Subspesialis Anestesiologi FKUI diharapkan menjadi pusat pendidikan subspesialis anestesiologi yang termuka dengan infinite experience dalam pendidikan dan pelayanan yang berbasis riset.

Tujuan Program Studi

Tujuan umum pendidikan dokter subspesialis anestesiologi dan terapi intensif peminatan anestesia regional adalah menghasilkan Dokter Subspesialis Anestesiologi di bidang Anestesia Regional yang  memiliki kemampuan kognisi, psikomotor, komunikasi dan profesionalisme khusus sesuai peminatan anestesia regional, mampu merancang tatalaksana pelayanan subspesialistik berbasis bukti, memecahkan permasalahan melalui pendekatan transdisiplin, memberikan edukasi kepada mitra kerja dan masyarakat serta melakukan penelitian yang memajukan tatakelola dan pengembangan keilmuan yang bermanfaat sehingga menjadi pakar pada bidang anestesia regional. 

Tujuan khusus pendidikan dokter subspesialis anestesiologi dan terapi intensif peminatan anestesia regional adalah :

  • Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi di dalam bidang keilmuan Anestesia Regional dan praktik profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya kreatif, original dan teruji.

  • Mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi di dalam bidang keilmuan nestesia Regional melalui pendekatan inter, multi atau transdisipliner.

  • Mampu mengelola, memimpin dan mengembangkan riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat manusia, serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun internasional di bidang Anestesia Regional.

MISI 
  • Memberikan pelayanan kesehatan di bidang Terapi Intensif, Anestesia Kardiovaskular, Anestesia Regional dan Manajemen Nyeri yang paripurna, bermutu, terpadu dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

  • Menghasilkan lulusan yang memberi pelayanan kesehatan di bidang Terapi Intensif, Anestesia Kardiovaskular serta Anestesia Regional dan Manajemen Nyeri yang paripurna, bermutu, terpadu dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat serta dapat meningkatkan taraf dan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia.

  • Menjadi pusat pendidikan dan pelatihan Terapi Intensif, Anestesia Kardiovaskular serta Anestesia Regional dan Manajemen Nyeri yang bertaraf internasional.

  • Menjadikan penelitian sebagai dasar peningkatan pelayanan dan pendidikan Terapi Intensif, Anestesia Kardiovaskular serta Anestesia Regional dan Manajemen Nyeri.

  • Mewujudkan tempat kerja yang nyaman, menjamin kesejahteraan dan pengembangan profesi Dokter Subspesialis Terapi Intensif, Anestesia Kardiovaskular serta Anestesia

SASARAN

Menghasilkan Subspesialis Anestesiologi yang mempunyai rasa tanggungjawab, mempunyai pengetahuan yang luas, trampil dan profesional sehingga sanggup memahami dan memecahkan masalah kesehatan secara ilmiah dan dapat mengamalkan ilmu kepada masyarakat sesuai dengan bidang peminatannya.

Dengan pendidikan berbasis kompetensi yang melaksanakan modul-modul yang telah disusun, diharapkan dihasilkan lulusan yang menguasai empat ranah kompetensi (kognisi, psikomotor, komunikasi dan profesionalisme).  

Indikator pencapaian sasaran
  1. Lulusan yang mencapai empat ranah kompetensi dan tepat waktu.

  2. IPK lulusan >3

  3. Kepuasan peserta didik >75%

  4. Kepuasan dosen >75%

  5. Kepuasan pelanggan (pengguna jasa alumni) >75%

Strategi pencapaian sasaran:

1.    Menyelenggarakan program pendidikan yang efisien selama tiga tahun dengan materi sesuai modul pendidikan yang memenuhi baku internasional dan berbasis bukti.

2.    Memajankan peserta pendidikan kepada prosedur kedokteran perioperatif untuk anestesia regional, maupun prosedur dan penanganan nyeri lanjut.

3.    Memajankan peserta pendidikan kepada prosedur kedokteran perioperatif untuk  pasien dengan berbagai kelainan kardiovaskular serta pasien dengan berbagai kelainan sistemik yang menjalani anestesia regional dan membutuhkan manajemen nyeri lanjut.

4.    Membangun fondasi ilmiah yang kokoh bagi peserta didik, bersama dengan penanaman aspek humaniora dalam setiap tindakan.

5.    Mengoptimalkan semua sumberdaya yang tersedia, termasuk tenaga pengajar dari berbagai disiplin ilmu kedokteran.

6.    Menerapkan prinsip learning by reading, watching and doing.

7.    Mengoptimalkan kemajuan teknologi informasi untuk selalu mengikuti kemajuan ilmu kedokteran.

8.    Menjalin kerjasama dengan institusi lain, terutama di luar negeri sebagai lahan untuk membuka wawasan peserta pendidikan.

9.    Mendorong penelitian-penelitian ilmiah yang bermanfaat bagi dunia kedokteran, khususnya di bidang anestesia regional dan manajemen nyeri. Melatih dan mendorong peserta didik untuk mampu melakukan komunikasi efektif, baik kepada pasien atau keluarganya maupun kepada sejawat lain dan mitra kerja sehingga lulusan yang dihasilkan kompeten dalam melakukan pendidikan kepada masyarakat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan nyeri serta  prosedür penanganannya.

  • Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi dan atau seni baru di dalam bidang keilmuan Terapi Intensif, Anestesia Kardiovaskular, Anestesia Regional dan Manajemen Nyeri dan praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya kreatif, original dan teruji.

  • Mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi dan atau seni di dalam bidang keilmuan Terapi Intensif, Anestesia Kardiovaskular, Anestesia Regional dan Manajemen Nyeri melalui pendekatan inter, multi dan transdisipliner.

  • Mampu mengelola, memimpin dan mengembangkan riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat manusia, serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun internasional di bidang Terapi Intensif, Anestesia Kardiovaskular, Anestesia Regional dan Manajemen Nyeri.

TUJUANKHUSUS